Tegas! Menhan Sjafrie Sjamsoeddin: TNI Bukan Prajurit Bayaran, Melainkan Pengabdi Negara dan Rakyat

BELITUNG TIMUR — Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan jati diri Tentara Nasional Indonesia sebagai institusi pertahanan yang berlandaskan pengabdian, bukan sekadar profesi berorientasi materi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Yon TP 845/Ksatria Satam di wilayah Belitung Timur, Selasa (17/3/2026).
Di hadapan para prajurit, Menhan menyampaikan pesan yang lugas dan penuh penekanan moral:
“Kamu bukan prajurit bayaran! Kamu adalah prajurit profesional! Kamu dipanggil bukan karena untuk digaji, tapi untuk membaktikan dirimu kepada negara dan bangsa.”

“Bukan Karena Gaji, Tapi Panggilan Jiwa”

Menurut Sjafrie, menjadi prajurit TNI adalah sebuah kehormatan sekaligus panggilan jiwa. Ia menegaskan bahwa fondasi utama kekuatan militer Indonesia terletak pada loyalitas, dedikasi, dan semangat pengabdian yang tulus.
Dalam konteks pertahanan modern, profesionalitas prajurit tidak hanya diukur dari kemampuan tempur, tetapi juga dari integritas dan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Teladan Perwira, Pilar Moral Prajurit

Menhan juga mengingatkan bahwa sejarah panjang TNI dipenuhi oleh teladan para perwira yang mengabdikan hidupnya bagi bangsa. Ia meminta seluruh prajurit menjadikan nilai tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.
Pesan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa disiplin dan kehormatan militer tidak dapat dipisahkan dari etika pengabdian.

Kekuatan TNI: Bersama Rakyat

Selain menekankan profesionalitas, Sjafrie menggarisbawahi pentingnya hubungan erat antara TNI dan masyarakat. Ia menilai kekuatan pertahanan nasional tidak hanya bertumpu pada alutsista, tetapi juga pada kepercayaan rakyat.
“Prajurit harus selalu hadir di tengah masyarakat, menjadi bagian dari solusi, dan menjaga kedekatan dengan rakyat,” menjadi pesan yang ditekankan dalam kunjungan tersebut.

Pernyataan Menhan Sjafrie menjadi pengingat kuat bahwa jati diri TNI bukanlah sekadar alat negara, melainkan simbol pengabdian tanpa pamrih. Di tengah dinamika global dan tantangan keamanan yang semakin kompleks, nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *