SBY Ungkap Tiga Anggota Kabinet Prabowo-Gibran Pernah Bertugas dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon

RAKYAT BERHAK TAU — Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, mengungkap fakta menarik mengenai latar belakang sejumlah pejabat di kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Melalui unggahan di platform X pada 6 April 2026, SBY menyebut bahwa terdapat tiga anggota kabinet yang pernah tergabung dalam kontingen pasukan penjaga perdamaian Indonesia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ketiganya merupakan bagian dari kontingen United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam misi perdamaian di Lebanon pada tahun 2006, yang dikenal sebagai Kontingen Garuda XXIII/A.

Tiga Anggota Kabinet dari Kontingen Garuda

SBY menyebut tiga tokoh yang pernah bertugas dalam misi tersebut dan kini memegang jabatan strategis di pemerintahan.
Pertama adalah Agus Harimurti Yudhoyono. AHY sebelumnya merupakan perwira TNI Angkatan Darat dari satuan Kostrad dan dikenal sebagai lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 dengan penghargaan Adhi Makayasa.

Tokoh kedua adalah Muhammad Iftitah Sulaiman, yang merupakan lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1999. Ia juga pernah bertugas sebagai perwira kavaleri dan memiliki pengalaman dalam berbagai operasi militer sebelum terjun ke dunia pemerintahan.
Tokoh ketiga adalah Ossy Dermawan, yang sebelumnya merupakan perwira kavaleri TNI dan kini dipercaya membantu mengelola sektor agraria dan pertanahan nasional.

Dalam unggahannya, SBY menyatakan kebanggaannya terhadap para mantan prajurit yang kini mengemban amanah di pemerintahan.
“Untuk diketahui, tiga orang anggota kabinet Presiden Prabowo adalah bagian dari kontingen Indonesia (Garuda XXIII/A) tersebut,” tulis SBY.

Pengalaman Militer dan Kepemimpinan Pemerintahan

Kehadiran tokoh-tokoh dengan latar belakang militer dalam pemerintahan dinilai oleh sejumlah pengamat sebagai bagian dari dinamika politik nasional. Pengalaman disiplin, kepemimpinan lapangan, serta kerja dalam misi internasional sering dianggap sebagai modal dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Namun demikian, dalam sistem demokrasi Indonesia, komposisi kabinet tetap merupakan perpaduan antara tokoh dengan latar belakang militer, sipil, profesional, maupun politisi.

Para analis menilai pengalaman internasional seperti misi perdamaian PBB dapat memberikan perspektif luas bagi pejabat negara dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional, termasuk di bidang infrastruktur, transmigrasi, dan pengelolaan pertanahan.
Dengan latar belakang tersebut, publik kini menantikan bagaimana para tokoh tersebut menjalankan perannya dalam pemerintahan serta berkontribusi terhadap pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *