Rakyat Berhak Tau — Ketua Dewan Perwakilan Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Sumatera Raya, Rizqan Al Mubarrok, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, tetapi merupakan strategi fundamental dalam membangun kualitas manusia Indonesia, karena kebutuhan dasar manusia harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum berbicara tentang pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
“Makan harus didahulukan sebelum pendidikan. Bagaimana mungkin kita menuntut anak-anak belajar dengan baik jika kebutuhan dasar mereka, yaitu makanan bergizi, belum terpenuhi,” tegas Rizkan dalam pernyataan sikapnya kepada media, Kamis.
Fondasi Pembangunan Manusia
Rizqan menilai program makan bergizi gratis memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar penyediaan makanan di sekolah.
Secara konseptual, kata dia, kebijakan ini menyentuh fondasi utama pembangunan manusia, yakni kesehatan dan pemenuhan gizi sejak usia dini.
Sejarah berbagai negara maju menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia selalu dimulai dari intervensi negara pada pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah.
“Negara-negara yang hari ini maju memahami satu prinsip sederhana: anak yang lapar tidak akan mampu berpikir jernih. Maka sebelum berbicara tentang kecerdasan, negara terlebih dahulu memastikan rakyatnya tidak kelaparan,” ujarnya.
Investasi Masa Depan Bangsa
Dalam analisisnya, Rizkan menyebut program MBG dapat dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Penyediaan makanan bergizi bagi jutaan anak sekolah diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kesehatan, konsentrasi belajar, hingga produktivitas generasi mendatang.
Ia menilai kebijakan ini memiliki dimensi strategis yang tidak hanya menyasar sektor pendidikan, tetapi juga sektor ekonomi, kesehatan, dan ketahanan pangan nasional.
“Program ini bukan hanya tentang makan siang anak sekolah. Ini adalah investasi besar negara untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih produktif,” kata Rizkan.
Negara Hadir untuk Rakyat
Rizkan juga menilai program makan bergizi gratis merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam kehidupan rakyat.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan setiap warga negara, terutama anak-anak, mendapatkan hak dasar berupa makanan yang layak dan bergizi.
“Negara yang besar adalah negara yang tidak membiarkan rakyatnya kelaparan. Program makan bergizi gratis menunjukkan bahwa negara hadir secara nyata di tengah rakyat,” ujarnya.
Perlu Dukungan Seluruh Elemen Bangsa
Ketua AWNI Sumatera Raya itu juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung program tersebut agar dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program besar seperti MBG tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada dukungan masyarakat, dunia usaha, serta pengawasan publik agar program tersebut benar-benar tepat sasaran.
“Ini bukan hanya program pemerintah. Ini adalah program bangsa. Jika kita ingin melihat Indonesia maju, maka kita harus memastikan generasi mudanya tumbuh sehat dan kuat,” katanya.
Jalan Panjang Menuju Indonesia Emas
Rizkan meyakini bahwa kebijakan pemenuhan gizi masyarakat merupakan salah satu langkah penting menuju visi Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi penentu utama daya saing bangsa.
Ia menegaskan bahwa pembangunan manusia tidak bisa dimulai dari ruang kelas semata, tetapi harus dimulai dari hal paling mendasar: piring makan rakyat.
“Peradaban besar selalu dimulai dari hal sederhana: rakyat yang sehat, rakyat yang kuat, dan rakyat yang tidak lapar. Dari situlah pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kemajuan bangsa akan tumbuh,” ujar Rizkan.