Bandung — Suasana hangat dan penuh emosi mewarnai gelar griya Idulfitri 2026 yang digelar di Gedung Pakuan.
Ribuan warga memadati lokasi sejak pagi, rela mengantre panjang demi satu tujuan: bersalaman langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Antrean Panjang, Air Mata Haru
Di tengah padatnya kerumunan, suasana tak sekadar ramai—melainkan juga emosional. Sejumlah warga tampak menahan haru setelah akhirnya berhasil bertemu langsung dengan sosok yang selama ini hanya mereka lihat di layar.
Bagi banyak warga, momen tersebut bukan sekadar tradisi Lebaran, tetapi pengalaman batin yang membekas.
“Saya sampai berkaca-kaca, nggak nyangka bisa ketemu langsung,” ujar salah satu warga dengan suara bergetar.
Dari Layar ke Kenyataan
Popularitas Dedi Mulyadi di media sosial menjadi salah satu alasan kuat membludaknya warga. Banyak yang mengaku telah lama mengikuti aktivitasnya, namun baru kali ini bisa bertatap muka secara langsung.
Perjumpaan itu menghadirkan rasa kedekatan yang selama ini hanya terbangun secara digital,kini menjadi nyata.
Bertahan Demi Kebersamaan
Meski harus berdesakan dan menunggu berjam-jam, antusiasme warga tak surut. Bahkan, sebagian datang bersama keluarga besar, menjadikan momen ini sebagai bagian dari perayaan hari kemenangan.
Anak-anak, orang tua, hingga lansia tampak menyatu dalam suasana penuh kebersamaan.
Lebih dari Sekadar Seremonial
Open house ini melampaui sekadar agenda formal pemerintahan. Ia berubah menjadi ruang pertemuan emosional antara pemimpin dan rakyatnya,tanpa sekat, tanpa jarak.
Di tengah hiruk pikuk politik dan birokrasi, momen seperti ini menjadi pengingat sederhana: bahwa kehadiran seorang pemimpin di tengah rakyatnya memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar jabatan.