RAKYAT BERHAK TAU — Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Agus Subiyanto menghadiri kegiatan silaturahmi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama para kiai serta tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah dan para tokoh agama untuk saling bertukar pandangan mengenai berbagai isu penting, baik yang berkaitan dengan dinamika nasional maupun perkembangan global.
Silaturahmi ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam merawat hubungan harmonis antara negara dan para pemimpin moral masyarakat. Dalam berbagai momentum kebangsaan, para kiai dan tokoh organisasi Islam selama ini memiliki peran penting dalam menjaga keteduhan sosial, memperkuat nilai persatuan, serta menanamkan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
Kehadiran Panglima TNI dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan dukungan institusi TNI terhadap upaya pemerintah dalam mempererat sinergi dengan para tokoh agama. Kolaborasi antara negara, ulama, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional di tengah berbagai tantangan zaman.
Dalam konteks kebangsaan yang semakin kompleks ,mulai dari dinamika geopolitik global, perkembangan teknologi informasi, hingga potensi perpecahan sosial—peran tokoh agama dinilai strategis sebagai penjaga moral publik dan perekat kehidupan berbangsa.
TNI, sebagai garda pertahanan negara, terus menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama seluruh elemen bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dukungan terhadap ruang dialog seperti ini dipandang sebagai langkah penting dalam memperkuat ketahanan nasional berbasis persatuan.
Melalui silaturahmi tersebut, pemerintah berharap terbangun kesamaan pandangan antara negara dan para tokoh agama dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa, sekaligus memperkokoh semangat gotong royong untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih kuat, damai, dan sejahtera menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Foto: BPMI Setpres