Pesan Idulfitri Rizkan Al Mubarrok: Momentum Maaf dan Penguatan Kedaulatan Bangsa

RAKYAT BERHAK TAU — Momentum Hari Raya Idulfitri tidak hanya menjadi ruang spiritual untuk saling memaafkan, tetapi juga menjadi titik refleksi kolektif bagi arah perjalanan bangsa. Hal itu disampaikan oleh Rizkan Al Mubarrok, Ketua Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Sumatera Raya, dalam pernyataan resminya usai perayaan Idulfitri.
Rizkan yang akrab disapa Barok ,mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Idulfitri sebagai momen rekonsiliasi, baik secara personal maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita telah melalui Hari Raya Idulfitri bersama. Saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat. Semoga momentum ini menjadi awal untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan,” ujarnya.

Dari Spirit Maaf Menuju Kesadaran Nasional

Dalam pandangan Rizkan, Idulfitri tidak boleh berhenti pada simbolisme tradisi semata. Lebih dari itu, ia harus dimaknai sebagai momentum untuk membangun kembali kepercayaan sosial yang kerap tergerus oleh perbedaan politik, polarisasi, dan kepentingan sempit.
Menurutnya, bangsa yang besar tidak hanya ditopang oleh kekuatan ekonomi dan militer, tetapi juga oleh ketulusan dalam membangun harmoni sosial.
“Maaf adalah fondasi. Dari sana lahir kepercayaan. Dan dari kepercayaan, lahir kekuatan bangsa,” tegasnya.

Harapan untuk Kepemimpinan Nasional

Lebih jauh, Rizkan juga menyampaikan harapannya kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beserta jajaran kabinetnya. Ia menekankan pentingnya menjaga arah kebijakan nasional agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan kedaulatan negara.
Ia menilai bahwa tantangan global yang semakin kompleks menuntut kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjaga kemandirian bangsa.
“Mari kita doakan bersama agar Presiden dan seluruh jajaran kabinet mampu menjaga bangsa ini untuk terus berdikari, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta menjaga kedaulatan negara kita,” ujar Rizkan.

Peran Strategis Publik dan Media

Sebagai tokoh yang lahir dari dunia jurnalisme, Rizkan menegaskan bahwa peran publik ,terutama media menjadi krusial dalam menjaga arah bangsa. Ia mengingatkan bahwa di era informasi saat ini, kekuatan narasi dapat menentukan stabilitas nasional.
Menurutnya, masyarakat perlu memperkuat literasi dan tidak mudah terprovokasi oleh arus informasi yang dapat memecah belah persatuan.
“Persatuan bangsa hari ini tidak hanya diuji di lapangan, tetapi juga di ruang digital. Karena itu, kesadaran publik menjadi benteng utama,” katanya.

Idulfitri sebagai Titik Awal, Bukan Akhir

Rizkan menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Idulfitri harus menjadi titik awal untuk membangun Indonesia yang lebih kuat ,bukan sekadar perayaan tahunan yang berlalu tanpa makna.
Dalam refleksi tersebut, ia menggarisbawahi satu hal penting:
bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh kesadaran kolektif seluruh rakyatnya.

Pesan Idulfitri yang disampaikan Rizkan Al Mubarrok menghadirkan dimensi yang lebih luas dari sekadar ucapan maaf. Ia mengaitkan nilai spiritual dengan tanggung jawab kebangsaan, menempatkan Idulfitri sebagai momentum strategis untuk memperkuat persatuan, kemandirian, dan arah perjuangan bangsa.
Di tengah dinamika global dan tantangan domestik, seruan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada sistem, tetapi juga pada kesadaran dan kebersamaan rakyatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *