Rakyat Berhak Tau – Kekerasan yang menimpa aktivis HAM Andrie Yunus memantik gelombang empati dan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat. Peristiwa penyiraman air keras yang dialaminya tidak hanya dipandang sebagai serangan terhadap individu, tetapi juga sebagai ancaman terhadap nilai kemanusiaan dan kebebasan bersuara di Indonesia.
Dalam sebuah pesan moral yang beredar di ruang publik, ungkapan keprihatinan disampaikan dengan nada penuh empati dan dukungan kepada Andrie Yunus. Pesan tersebut menegaskan bahwa tidak ada orang tua atau sesama anak bangsa yang tidak tersentuh hatinya melihat seseorang mengalami kekerasan hanya karena memperjuangkan apa yang diyakininya sebagai kebenaran.
Pesan itu juga mengingatkan agar Andrie tetap teguh dan tidak membiarkan teror mematahkan semangat perjuangannya. Dalam sejarah bangsa, banyak tokoh yang harus melewati ujian berat sebelum kebenaran akhirnya berdiri tegak.
Selain memberi dukungan moral kepada korban, pesan tersebut juga menyampaikan seruan tegas kepada aparat penegak hukum agar mengusut tuntas kasus penyiraman air keras tersebut. Tindakan kekerasan seperti ini dinilai tidak boleh dibiarkan berkembang di negara yang menjunjung prinsip hukum dan keadilan.
Publik berharap penegakan hukum dapat berjalan transparan dan menyentuh seluruh pihak yang terlibat, sehingga keadilan tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga menjadi pelajaran penting untuk menjaga martabat hukum di Indonesia.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia masih membutuhkan generasi muda yang berani menyuarakan kebenaran serta memperjuangkan masyarakat yang lebih adil dan beradab.