Sebuah sekolah dasar di San Clemente, Amerika, akan mengadakan kegiatan ekstrakurikuler bernama “After School Satan Club” yang dijalankan oleh organisasi The Satanic Temple. Meski namanya terdengar ekstrem, organisasi ini tidak menyembah setan atau melakukan ritual, karena mereka tidak percaya pada Tuhan maupun iblis. Istilah “Satan” digunakan sebagai simbol kebebasan berpikir dan sikap kritis.
Kegiatan dalam klub ini bersifat umum dan edukatif, seperti diskusi, pembelajaran sains, logika, serta melatih kemandirian berpikir. Mereka juga menegaskan tidak ada tujuan untuk mengajak anak-anak mengikuti keyakinan tertentu.
Kemunculan klub ini berkaitan dengan adanya klub keagamaan lain di sekolah yang sama, yaitu klub berbasis Alkitab. Dalam aturan di Amerika, jika satu kelompok diizinkan menggunakan fasilitas sekolah di luar jam pelajaran, maka kelompok lain juga harus diberi kesempatan yang setara. Karena itu, kehadiran klub ini lebih merupakan bentuk penerapan aturan kesetaraan, bukan dukungan terhadap ajarannya.
Pihak penyelenggara menyatakan mereka hanya membuka kegiatan di tempat yg secara aturan memungkinkan, bukan memaksakan diri. Tujuan mereka adalah menyediakan alternatif kegiatan yang aman, netral, dan tidak bersifat indoktrinatif.
Mereka juga menegaskan bahwa klub ini bukan untuk menyebarkan agama atau mengubah keyakinan anak-anak, tapi hanya sebagai alternatif kegiatan yang lebih terbuka dan inklusif. Dalam beberapa tahun terakhir, klub seperti ini juga mulai muncul di beberapa wilayah di Amerika.
Sumber:
AP News, NPR, situs resmi The Satanic Temple.