Pemerintah Resmi Perluas Program Indonesia Pintar ke Jenjang TK, Bantuan Rp450 Ribu per Tahun untuk 888 Ribu Murid
Jakarta — Pemerintah Indonesia resmi memperluas cakupan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang Taman Kanak-kanak (TK) mulai tahun 2026. Untuk pertama kalinya, murid TK akan menerima bantuan pendidikan sebesar Rp450.000 per tahun.
Kebijakan ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam kegiatan peresmian sekolah hasil revitalisasi di Manado.
Sasar 888 Ribu Murid TK di Seluruh Indonesia
Melalui program ini, pemerintah menargetkan sekitar 888.000 murid TK di seluruh Indonesia sebagai penerima manfaat pada tahun 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari perluasan akses pendidikan sejak usia dini yang menjadi salah satu fokus utama pemerintah.
Total Penerima PIP Naik Jadi 19,6 Juta Siswa
Selain jenjang TK, jumlah penerima Program Indonesia Pintar untuk jenjang SD hingga SMA/SMK juga meningkat signifikan menjadi 19,6 juta siswa pada tahun 2026.
Peningkatan ini disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bagian dari Program Wajib Belajar 13 Tahun
Perluasan PIP ini merupakan bagian dari kebijakan besar pemerintah dalam program wajib belajar 13 tahun, yang kini dimulai sejak pendidikan taman kanak-kanak.
Program tersebut juga sejalan dengan visi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.
Fokus Pemerintah: Revitalisasi dan Pemerataan Pendidikan
Selain bantuan langsung kepada siswa, pemerintah juga mendorong sejumlah program pendukung, antara lain:
Revitalisasi dan pembangunan sekolah, terutama di daerah 3T dan wilayah terdampak bencana
Target 1 desa minimal 1 TK melalui kerja sama dengan Kementerian Desa
Program ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah) untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman
Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Emas
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun fondasi pendidikan nasional sejak usia dini.
Pemerintah menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan TK bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul Indonesia.
