Rakyat Berhak Tau – Kekaguman terhadap Sukarno sebagai pemimpin dunia yang mampu menyatukan kekuatan anti-imperialisme bukan hanya tercatat dalam sejarah Asia-Afrika, tetapi juga diakui oleh sejumlah tokoh dunia. Dalam memoar Imam Ali Khamenei berjudul Cell No.14, tercatat pengalaman Khamenei muda saat dipenjara oleh rezim Shah Reza Pahlevi, yang menunjukkan betapa tinggi hormatnya ia kepada Bung Karno.
Kisah di Penjara: Diplomasi dan Kemanusiaan
Khamenei muda dipenjara bersama seorang aktivis komunis yang kelaparan. Dengan jatah iftar-nya, Khamenei membagikan makanan untuk menolong rekannya. Saat malam menjelang, ia berbicara kepada rekannya tentang sosok Sukarno:
“Bung pasti kamu tahu tentang seorang figur pejuang anti Imperialisme namanya Sukarno. Sukarno dengan pikiran dan tindakannya hendak menyatukan kekuatan anti-imperialisme Asia-Afrika melalui Konferensi Bandung 1955, bukan berdasarkan persamaan ras, suku, etnik, agama, atau ideologi, tetapi karena kita masing-masing memiliki kesatuan kebutuhan dan aspirasi untuk merdeka dari penindasan.”
Melalui penjelasan ini, Khamenei mampu menenangkan situasi di penjara dan bahkan mencairkan ketegangan antaraktivis dengan latar belakang ideologi berbeda.
Sukarno di Mata Pemimpin Dunia
Selain Khamenei, nama Sukarno juga diakui oleh tokoh dunia lain seperti Nelson Mandela, Yasser Arafat, Nehru, bahkan Che Guevara, sebagai pemimpin yang menginspirasi perjuangan kemerdekaan dan anti-imperialisme. Che Guevara, misalnya, menyebut Sukarno sebagai pemimpin dunia yang paling dia kagumi dalam biografinya.
Hubungan Sukarno dan Khamenei
Belasungkawa Megawati Sukarnoputri, Presiden Kelima Indonesia dan anak Sukarno, atas wafatnya Khamenei menegaskan ikatan sejarah dan penghormatan antara kedua tokoh besar ini. Sukarno, Khamenei, dan aktivis penjara lainnya dipersatukan oleh tekad yang sama: merdeka dari penindasan dan kolonialisme.