RAKYAT BERHAK TAU – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri sekaligus berdialog dengan para guru besar Universitas Gadjah Mada dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk The Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia–Amerika Serikat yang digelar di Balai Senat UGM, Yogyakarta.
Dalam forum akademik tersebut, Airlangga memaparkan berbagai perkembangan terbaru terkait kondisi ekonomi nasional dan dinamika ekonomi global. Ia menegaskan bahwa Indonesia terus memperluas capaian diplomasi ekonomi internasional, khususnya selama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Airlangga, pemerintah secara aktif menjalin berbagai kemitraan strategis dan perjanjian perdagangan internasional guna memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global.
“Indonesia terus memperluas kerja sama perdagangan melalui berbagai forum global dan perjanjian ekonomi strategis,” ujarnya.
Beberapa kerja sama yang menjadi fokus pemerintah antara lain perundingan IEU-CEPA dengan Uni Eropa, keikutsertaan dalam Regional Comprehensive Economic Partnership, negosiasi I-EAEU CEPA, serta keterlibatan aktif Indonesia di forum internasional seperti BRICS, G20, Organisation for Economic Co-operation and Development, Association of Southeast Asian Nations, dan perundingan akses ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership.
Selain itu, pemerintah juga tengah melakukan negosiasi tarif perdagangan dengan Amerika Serikat yang diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi ekspor Indonesia, terutama bagi sektor industri padat karya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong peningkatan lapangan kerja dan memperkuat daya saing produk nasional di pasar global.
Airlangga menjelaskan bahwa Amerika Serikat selama ini memiliki posisi strategis dalam hubungan perdagangan dengan Indonesia. Negeri tersebut secara konsisten menjadi salah satu penyumbang surplus perdagangan terbesar sekaligus menjadi destinasi ekspor utama bagi produk-produk Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga juga menyoroti perkembangan proses perundingan The Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa proses tersebut terus dilakukan melalui komunikasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kalangan akademisi.
Pemerintah, kata dia, juga berkomitmen menjaga transparansi dalam setiap tahapan perundingan dengan menyampaikan perkembangan kepada publik melalui media massa.
“Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip penting dalam proses perundingan ART Indonesia–Amerika Serikat,” tegasnya.
Menutup dialog tersebut, Airlangga menyampaikan apresiasi kepada para guru besar dan civitas akademika UGM yang terus membuka ruang diskusi akademis untuk memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah.
Ia menilai kontribusi pemikiran dari kalangan akademisi sangat penting dalam memperkuat kualitas kebijakan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berubah.