Indonesia Tekankan Peran Jembatan di Tengah Ketidakpastian Global dalam Forum EAEU–ASEAN di SPIEF 2026
St. Petersburg, Rusia — Indonesia menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama internasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global dalam sesi dialog Economic Union–ASEAN yang digelar pada ajang St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026.
Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia menyampaikan pandangan bahwa kerja sama antara kawasan Asia Tenggara dan Eurasia memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kemitraan yang saling melengkapi dan berkelanjutan.
Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) disebut memiliki keunggulan dalam dinamika pasar, populasi muda, kapasitas manufaktur, serta konektivitas maritim yang terus berkembang. Sementara itu, Eurasian Economic Union (EAEU) dinilai memiliki kekuatan strategis di sektor energi, sumber daya alam, teknologi, pertanian, logistik, hingga jangkauan geografis yang luas.
Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sekaligus ekonomi utama di Asia Tenggara yang berperan strategis sebagai jembatan penghubung antar kawasan, bukan hanya berdasarkan letak geografis, tetapi juga melalui pendekatan diplomasi aktif, dialog, dan kolaborasi ekonomi.
Dalam paparannya, Indonesia juga menyoroti tiga prioritas utama agenda infrastruktur nasional, yaitu dekarbonisasi sektor transportasi, penguatan konektivitas strategis, serta pembangunan infrastruktur yang tahan terhadap dampak perubahan iklim.
Namun demikian, Indonesia menekankan bahwa tantangan global tidak cukup dijawab melalui diskusi semata, melainkan membutuhkan implementasi nyata dalam bentuk kerja sama konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Dunia perlu bergerak dari dialog menuju aksi, dari kerangka kerja menuju proyek nyata, dan dari niat baik menuju kemitraan jangka panjang,” demikian pesan yang disampaikan dalam forum tersebut.
Indonesia juga mengajak negara-negara peserta untuk mengedepankan kerja sama dibanding fragmentasi, ketangguhan dibanding kerentanan, serta kolaborasi jangka panjang dibanding kepentingan jangka pendek.
