JAMBI MASUK PERINGKAT RENDAH INFRASTRUKTUR NASIONAL, RIZKAN AL MUBARROK: SAATNYA PEMBANGUNAN BERPIHAK PADA RAKYAT DAN DAERAH PINGGIRAN
JAMBI – Data GoodStats 2025 yang menempatkan Provinsi Jambi pada peringkat 31 dari 38 provinsi dalam indeks kualitas infrastruktur nasional menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Posisi tersebut menunjukkan bahwa Jambi masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur yang menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Indeks tersebut mencakup berbagai indikator strategis, mulai dari kualitas jalan dan jembatan, akses transportasi, fasilitas pendidikan, hingga infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Provinsi Jambi sekaligus Ketua Dewan Perwakilan AWNI se-Sumatera Raya, Rizkan Al Mubarrok, menyampaikan kritik yang konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurut putra asli Jambi tersebut, peringkat rendah yang diperoleh Jambi harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan daerah, bukan sekadar dipandang sebagai angka statistik semata.
“Data ini harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan. Infrastruktur bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi menyangkut akses pendidikan, kesehatan, pertumbuhan ekonomi, investasi, hingga kesejahteraan masyarakat. Jika kualitas infrastruktur tertinggal, maka daya saing daerah juga akan tertinggal,” ujar Rizkan.
Ia menilai masih terdapat ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dengan daerah pinggiran, pedesaan, dan kawasan yang memiliki potensi ekonomi besar namun belum mendapatkan dukungan infrastruktur yang memadai.
Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan lokasi geografis.
“Jangan sampai masyarakat di daerah tertentu menikmati pembangunan yang baik, sementara masyarakat di wilayah lain masih berjuang dengan jalan rusak, akses transportasi yang terbatas, dan fasilitas publik yang belum memadai. Pembangunan harus dirasakan seluruh rakyat Jambi,” tegasnya.
Rizkan juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai bahwa posisi geografis Jambi yang berada di jalur strategis Sumatera seharusnya menjadi keuntungan besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, hingga pariwisata.
“Jambi memiliki sumber daya alam yang luar biasa dan posisi yang strategis. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk melakukan percepatan pembangunan secara terencana, transparan, dan tepat sasaran,” katanya.
Selain sektor transportasi, Rizkan juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap infrastruktur pendidikan dan pelayanan dasar masyarakat. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia tidak akan berkembang optimal apabila fasilitas pendidikan masih mengalami kerusakan atau keterbatasan sarana pendukung.
Sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Tanah Pilih Pusako Batuah, Rizkan menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan bertujuan menyalahkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Jambi.
“Kritik adalah bagian dari kecintaan terhadap daerah. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan Jambi mampu berkembang lebih cepat, lebih merata, dan lebih maju. Yang dibutuhkan bukan saling menyalahkan, tetapi kesungguhan untuk bekerja dan menghadirkan solusi,” ujarnya.
Ia berharap data tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar pembangunan di Provinsi Jambi ke depan semakin terarah, berkeadilan, dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Jambi dinilai memiliki peluang besar untuk keluar dari kelompok daerah dengan kualitas infrastruktur rendah apabila seluruh elemen pembangunan mampu bersinergi dan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.
“Pembangunan yang berhasil bukan yang terlihat megah di atas kertas, tetapi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke pelosok daerah,” pungkas Rizkan Al Mubarrok.
