Gubernur Sulut Yulius Selvanus Dukung Penuh Program MBG, Hampir 400 Ribu Warga Terima Manfaat dan Ekonomi Berputar Rp6,4 Miliar per Hari
MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah.
Pernyataan itu disampaikan Yulius Selvanus saat menerima perwakilan massa aksi damai Masyarakat Patuh Tulus Dukung Kepemimpinan Prabowo-Gibran (Mapalus Pragib) di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Manado, Kamis (25/6/2026).
Menurut Yulius, Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menekan angka stunting, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja baru.
“Kami mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis karena manfaatnya sudah dirasakan masyarakat. Program ini harus terus dikawal agar tepat sasaran dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” ujar Yulius.
Data hingga Mei 2026 menunjukkan sebanyak 381.004 warga Sulawesi Utara telah menerima manfaat program tersebut. Jumlah itu terdiri dari 322.382 siswa, 23.707 tenaga pendidik, serta 34.808 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Gubernur bahkan menyebut penerima manfaat saat ini telah mendekati 400 ribu orang.
Untuk mendukung pelaksanaan program, telah beroperasi 169 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Sulawesi Utara. Seluruh kebutuhan pangan diupayakan memanfaatkan hasil produksi lokal sehingga memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengungkapkan bahwa Program MBG telah menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan di Sulawesi Utara. Dana yang beredar setiap hari mencapai lebih dari Rp6,4 miliar.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp841 juta setiap hari disalurkan sebagai upah bagi lebih dari 8.400 tenaga kerja yang terlibat dalam operasional program. Sementara sekitar Rp3,8 miliar setiap hari mengalir kepada para petani, nelayan, peternak, pedagang beras, pemasok telur, sayuran, buah-buahan, daging ayam, dan berbagai pelaku usaha lokal lainnya.
Secara keseluruhan, sekitar 180 SPPG di Sulawesi Utara telah menyerap lebih dari 7.800 tenaga kerja, yang sebagian besar berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah hingga miskin ekstrem. Program tersebut juga melibatkan lebih dari 500 pemasok bahan pangan lokal.
Di tengah perhatian publik terhadap sejumlah dugaan penyimpangan yang menyeret oknum di lingkungan Badan Gizi Nasional, Gubernur Yulius menegaskan dukungannya terhadap langkah penegakan hukum dan pembenahan tata kelola program.
Menurutnya, setiap dugaan pelanggaran harus diproses sesuai ketentuan hukum tanpa menghambat keberlangsungan program yang telah memberikan manfaat luas kepada masyarakat.
Senada dengan itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menegaskan bahwa apabila ditemukan persoalan dalam pelaksanaan program, yang harus diperbaiki adalah tata kelolanya, bukan menghentikan program yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Selain mendukung peningkatan gizi anak, ibu hamil, dan kelompok rentan, program ini juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan rantai pasok pangan lokal secara berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah daerah, masyarakat, serta pengawasan yang semakin kuat, Program MBG diharapkan terus berkembang menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat penurunan stunting, mengurangi kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
