Program Magang Nasional Prabowo Buka Jalan Lulusan S1 Masuk Dunia Kerja, 150 Ribu Peserta Disiapkan 2026
Salah satu tantangan besar dunia pendidikan Indonesia selama bertahun-tahun adalah bagaimana memastikan lulusan perguruan tinggi, khususnya jenjang Strata 1 (S1), dapat segera memasuki dunia kerja dan memiliki penghasilan setelah menyelesaikan pendidikan.
Menjawab tantangan tersebut, pemerintah melalui Program Magang Nasional (PMN) menghadirkan jembatan bagi para lulusan perguruan tinggi agar memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi sebelum memasuki pasar kerja secara penuh.
Program yang mulai berjalan sejak 2025 tersebut merupakan kebijakan yang didorong oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli bersama jajaran terkait. Pada 2026, program ini memasuki angkatan kedua dengan cakupan peserta yang lebih besar.
Dalam pelaksanaannya, lulusan S1 diberikan kesempatan mengikuti program magang selama enam bulan di berbagai perusahaan. Peserta juga mendapatkan dukungan penghasilan bulanan yang disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) lokasi perusahaan tempat mereka menjalani program, dengan kisaran sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan.
Selain pengalaman kerja, peserta juga mendapatkan pendampingan dari mentor maupun pekerja senior di perusahaan. Pendampingan tersebut bertujuan membantu peserta meningkatkan keterampilan, memahami budaya kerja profesional, serta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri.
Pada tahun 2026, Program Magang Nasional tidak hanya menyasar lulusan S1, tetapi juga membuka peluang bagi lulusan pendidikan profesi serta penyandang disabilitas agar memiliki akses yang lebih luas terhadap kesempatan kerja.
Pada pelaksanaan tahun 2025, sebanyak 100 ribu peserta mengikuti program magang di sekitar 8.800 perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jumlah tersebut meningkat pada 2026 dengan target mencapai 150 ribu peserta.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, setelah program magang tahun 2025 selesai, sekitar 30 persen peserta atau sekitar 30 ribu orang langsung diterima sebagai pekerja tetap di perusahaan tempat mereka menjalani magang.
Sementara itu, sekitar 30 persen peserta lainnya masih berada dalam proses tindak lanjut dan menunggu peluang pekerjaan dalam beberapa bulan setelah program berakhir.
Program Magang Nasional menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Melalui pengalaman kerja langsung, peningkatan keterampilan, serta peluang perekrutan, program ini diharapkan dapat membantu lulusan perguruan tinggi lebih cepat memperoleh pekerjaan dan penghasilan.
Pemerintah menilai program tersebut bukan sekadar pelatihan, tetapi menjadi langkah strategis untuk menciptakan tenaga kerja muda yang lebih siap bersaing di dunia profesional.
