Survei LPEM UI: 86 Persen Ahli Ekonomi Nilai Ekonomi Indonesia Belum Membaik
JAKARTA – Mayoritas ahli ekonomi menilai kondisi perekonomian Indonesia pada 2026 belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Temuan tersebut terungkap dalam Survei Ahli Ekonomi Semester I 2026 yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).
Dalam survei tersebut, sekitar 86 persen responden menyatakan kondisi ekonomi Indonesia belum membaik dibandingkan periode sebelumnya. Penilaian tersebut mencerminkan masih tingginya ketidakpastian ekonomi yang dihadapi dunia usaha maupun masyarakat.
Laporan LPEM FEB UI menunjukkan bahwa sebagian ahli menilai ekonomi berada dalam kondisi stagnan, sementara sebagian lainnya melihat adanya pelemahan pada sejumlah indikator ekonomi. Kekhawatiran utama berkaitan dengan inflasi, daya beli masyarakat, kondisi pasar tenaga kerja, serta lingkungan bisnis yang dinilai belum sepenuhnya pulih.
Rupiah dan Tekanan Global Jadi Perhatian
Para ekonom menyoroti berbagai tantangan yang memengaruhi perekonomian nasional, termasuk tekanan eksternal akibat ketidakpastian geopolitik global, fluktuasi harga energi, serta pelemahan nilai tukar rupiah yang berpotensi meningkatkan biaya produksi dan impor.
Selain itu, meningkatnya tekanan fiskal akibat kebutuhan belanja negara dan subsidi energi juga menjadi perhatian sejumlah pengamat ekonomi. Bank Dunia bahkan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di sekitar 5 persen, lebih rendah dibanding target pemerintah.
Masih Ada Indikator Positif
Meskipun demikian, sejumlah indikator ekonomi tetap menunjukkan ketahanan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 tercatat positif dan masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta belanja pemerintah.
Beberapa pengamat menilai tantangan terbesar pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pertumbuhan agar mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih produktif dan memperkuat daya beli masyarakat.
Evaluasi Kebijakan Jadi Kunci
Para ekonom mendorong pemerintah untuk memperkuat reformasi struktural, meningkatkan investasi produktif, memperbaiki iklim usaha, serta menjaga stabilitas fiskal dan moneter.
Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan pasar dan memperkuat fondasi ekonomi domestik dinilai akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pemulihan ekonomi Indonesia ke depan.
