Presiden Panen Raya Udang di Kebumen, Prabowo Bidik Indonesia Jadi Raja Udang Dunia

0
1779540380312

RAKYAT BERHAK TAU – Prabowo Subianto kembali menegaskan arah besar pembangunan pangan nasional, kali ini bukan dari sawah atau ladang jagung, melainkan dari sektor perikanan modern. Dalam kunjungan kerja ke kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/05/2026), Presiden menyaksikan langsung panen raya udang sekaligus meninjau sistem budidaya modern yang digadang menjadi model nasional.

Di lahan seluas 100 hektare itu, Presiden meninjau proses panen, sortir hasil produksi, hingga sistem tata kelola terpadu yang meliputi saluran intake, kolam tandon, pemisahan jalur inlet-outlet, kolam produksi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta fasilitas pendukung lainnya. Konsep ini disebut sebagai praktik terbaik atau best practice budidaya udang modern yang berorientasi pada efisiensi dan keberlanjutan.

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan industri udang nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki modal geografis, sumber daya, dan kapasitas produksi yang mampu mengantarkan Indonesia menjadi produsen udang terbesar dunia.

Optimisme itu bukan tanpa angka. Kawasan BUBK Kebumen yang memiliki 206 petak kolam diproyeksikan mampu menghasilkan nilai produksi sekitar Rp67,2 miliar dalam satu siklus panen dan berpotensi menembus Rp134,4 miliar per tahun. Bahkan laporan yang diterima Presiden menyebut produktivitas tambak mencapai 40 ton per hektare ,angka yang disebut sudah berada pada standar kelas dunia.

Lebih dari sekadar panen, proyek ini menunjukkan wajah baru strategi ketahanan pangan nasional. Selama ini publik kerap memaknai pangan hanya sebatas beras. Padahal dalam perspektif ekonomi modern, ketahanan pangan mencakup kemampuan negara memenuhi kebutuhan protein, memperkuat rantai pasok, menciptakan lapangan kerja, hingga menghasilkan devisa ekspor.

Di titik inilah udang memiliki posisi strategis.
Jika dikelola secara serius, komoditas ini bukan hanya menyuplai kebutuhan domestik, tetapi juga dapat menjadi mesin ekonomi nasional. Pemerintah melihat budidaya berbasis kawasan sebagai jalan tengah antara produktivitas tinggi dan tata kelola lingkungan yang lebih terukur.

Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Saat ini, kawasan tersebut dilaporkan telah menyerap ratusan tenaga kerja lokal, termasuk pekerja harian dalam jumlah besar.

Secara politik dan ekonomi, pesan yang ingin dikirim pemerintah tampak jelas: pembangunan tidak hanya berpusat pada proyek infrastruktur fisik, tetapi juga pada sektor produktif yang dapat menghasilkan uang, lapangan pekerjaan, dan kemandirian nasional.
Panen raya di Kebumen mungkin terlihat sederhana: jaring ditarik, udang dipanen, hasil disortir. Namun di balik itu, tersimpan agenda besar negara ,mengubah laut dan tambak Indonesia menjadi sumber kekuatan ekonomi masa depan.


Sumber: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *