Korpasgat TNI AU dan US AFSOC Perkuat Interoperabilitas Lewat Latma DAGR 2026 di Bandung

0
1780894911085

Bandung, Jawa Barat – Korps Pasukan Gerak Cepat TNI AU bersama United States Air Force Special Operations Command resmi menutup Latihan Bersama (Latma) Direct Action Ground Reconnaissance (DAGR) 2026 yang digelar di Balegede, Minggu (7/6/2026).


Latma DAGR 2026 menjadi bagian dari upaya strategis kedua angkatan udara dalam memperkuat interoperabilitas, meningkatkan kemampuan operasi khusus, serta memperdalam kerja sama militer profesional antara Indonesia dan Amerika Serikat di bidang operasi udara dan darat terpadu.

Fokus Latihan: Operasi Khusus dan Ketepatan Misi

Selama pelaksanaan latihan, para personel kedua negara menjalani berbagai skenario operasi khusus yang menuntut ketepatan tinggi dan koordinasi lintas satuan. Materi yang dilatihkan mencakup perencanaan misi, penentuan target serangan udara, evakuasi medis tempur, hingga prosedur operasi khusus dalam kondisi medan yang kompleks.
Latihan ini dirancang untuk menguji sekaligus meningkatkan kemampuan taktis prajurit dalam menghadapi berbagai situasi operasi modern yang membutuhkan kecepatan, presisi, dan interoperabilitas antar pasukan sekutu.

Apresiasi Komando dan Profesionalisme Prajurit

Komandan Detasemen Matra 1 Pasgat, Letkol Pas Fajrun Shodiq, memberikan apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme seluruh personel yang terlibat dalam latihan bersama tersebut. Ia menegaskan bahwa Latma DAGR 2026 bukan hanya sekadar latihan rutin, tetapi juga sarana penting untuk membangun kesiapsiagaan operasional yang lebih solid.
Penutupan latihan ini menandai keberhasilan kolaborasi antara TNI Angkatan Udara dan US AFSOC dalam memperkuat kesiapan tempur sekaligus mendukung stabilitas keamanan kawasan Indo-Pasifik yang semakin dinamis.

Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Latma DAGR 2026 juga mencerminkan komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan pertahanan strategis melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia militer, pertukaran pengetahuan, serta penguatan standar operasi gabungan.
Kerja sama ini diharapkan terus berlanjut dalam bentuk latihan bersama lanjutan yang lebih kompleks, guna menjawab tantangan keamanan global yang terus berkembang.


Sumber : tni-au.mil.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *