Dedi Mulyadi Targetkan Jawa Barat Bebas Kabel Semrawut pada 2027, Pengamat Nilai Langkah Berani Namun Harus Transparan

0
1780612145441-1-1

Rakyat Berhak Tahu – gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menargetkan penataan kabel udara yang semrawut di berbagai wilayah Jawa Barat dapat diselesaikan pada tahun 2027. Program tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mengintegrasikan pembangunan jalan provinsi dan pemasangan jaringan kabel bawah tanah.


Menurut Dedi, keberadaan kabel yang menjuntai dan bertumpuk di sepanjang ruas jalan tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga menciptakan kesan semrawut serta berpotensi menimbulkan persoalan keselamatan dan tata ruang perkotaan. Ia menegaskan bahwa penataan kabel merupakan agenda yang telah lama menjadi perhatiannya.


“Minggu depan saya akan mengundang pihak-pihak terkait, termasuk penyelenggara jaringan, untuk membahas langkah penataannya,” ujar Dedi di Bandung. Ia menargetkan seluruh proyek pembangunan jalan provinsi ke depan dilakukan bersamaan dengan pembangunan utilitas bawah tanah sehingga tidak lagi ditemukan kabel yang menggantung di atas jalan.


Dedi mengakui bahwa sebagian penyelenggara jaringan pernah menyampaikan bahwa penataan kabel dapat dilakukan tanpa biaya besar. Namun menurutnya, kondisi kabel yang sudah menumpuk di berbagai titik membuat proses pemindahan ke bawah tanah tetap membutuhkan investasi yang tidak sedikit.


Ia mencontohkan kondisi kabel di kawasan Ledeng, Kota Bandung, yang dinilainya sudah sangat padat dan mengganggu pemandangan kota. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan berencana mengundang Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) untuk menyusun langkah teknis percepatan program tersebut.

Langkah Modernisasi Kota

Pengamat tata kota menilai gagasan memindahkan kabel udara ke bawah tanah merupakan langkah yang lazim diterapkan di banyak kota maju dunia. Selain meningkatkan keindahan kota, sistem utilitas bawah tanah juga dinilai lebih aman dari risiko cuaca ekstrem, pohon tumbang, maupun gangguan lalu lintas.
Penataan tersebut juga dianggap dapat mendukung transformasi kota menuju konsep smart city karena memudahkan integrasi jaringan telekomunikasi, listrik, CCTV, hingga infrastruktur digital masa depan.

Tantangan Besar Menanti

Meski demikian, sejumlah kalangan mengingatkan bahwa proyek ini harus disertai perencanaan yang matang dan transparansi penuh. Salah satu tantangan terbesar adalah besarnya biaya pembangunan infrastruktur bawah tanah yang berpotensi mencapai nilai sangat besar jika diterapkan secara luas.
Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan proses migrasi jaringan tidak mengganggu layanan internet, komunikasi, perbankan, pendidikan digital, maupun layanan publik lainnya yang bergantung pada konektivitas jaringan.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah sumber pendanaan proyek. Publik dinilai berhak mengetahui secara rinci apakah biaya pembangunan akan ditanggung melalui APBD, investasi operator, atau skema kerja sama lainnya.

Momentum Penataan Infrastruktur Nasional

Terlepas dari tantangan tersebut, target yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai menjadi salah satu langkah paling ambisius dalam pembenahan infrastruktur perkotaan di Indonesia.
Jika berhasil direalisasikan sesuai target pada 2027, Jawa Barat berpotensi menjadi salah satu provinsi pelopor dalam penataan utilitas modern yang lebih tertib, aman, dan estetis. Namun keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh transparansi anggaran, kesiapan teknologi, koordinasi lintas sektor, serta kemampuan pemerintah menjaga agar biaya pembangunan tidak menjadi beban baru bagi masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *