Terapi Kesehatan Mental Gratis dari Polres Ngada di Dusun Wogo, Polisi Hadir di Tengah Keterbatasan

0
IMG-20260629-WA0040

NGADA – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ngada menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil melalui kegiatan terapi kesehatan mental gratis yang dipadukan dengan penyaluran bantuan sembako di Dusun Wogo, Desa Wogo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh PS. Kasi Dokkes Polres Ngada, Aipda Heribertus Agustinus B. Tena, A.Md., S.Tr.Kes., M.ForSc., sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan mental masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan kemanusiaan di daerah yang memiliki keterbatasan akses.

Perjalanan menuju Dusun Wogo tidaklah mudah. Tim harus melewati jalur setapak yang terjal dan berbatu untuk menjangkau masyarakat yang selama ini relatif jauh dari berbagai layanan kesehatan.

“Kami datang bukan hanya sebagai aparat, tetapi sebagai saudara. Kesehatan mental adalah hak setiap warga, dan kami ingin memastikan bahwa masyarakat di pelosok juga merasakan kehadiran negara,” ujar Aipda Heribertus di sela kegiatan.

Dalam pelayanan tersebut, masyarakat memperoleh terapi kesehatan mental melalui pendekatan humanis berupa konseling, relaksasi, latihan pengelolaan stres, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan psikologis sesuai dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.

Selain layanan kesehatan mental, tim juga membagikan paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya kepada warga. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan buruh tani.

Salah seorang warga, Maria Nogo, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Polres Ngada kepada masyarakat Dusun Wogo.

“Kami jarang mendapat perhatian seperti ini. Terima kasih kepada polisi yang sudah datang ke kampung kami,” ungkapnya.

Kesehatan mental masih menjadi persoalan yang sering terabaikan di berbagai wilayah pedesaan. Keterbatasan tenaga profesional, akses layanan kesehatan, serta stigma terhadap gangguan psikologis membuat banyak masyarakat belum memperoleh pelayanan yang memadai.

Dengan latar belakang pendidikan di bidang kesehatan dan forensik, Aipda Heribertus menilai pendekatan yang humanis menjadi kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat.

“Kami tidak datang dengan label diagnosis, tetapi dengan telinga yang mau mendengar dan hati yang terbuka,” katanya.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengedepankan pelayanan publik yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Polres Ngada menyatakan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah terpencil di Kabupaten Ngada sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat.

Melalui kolaborasi pelayanan kesehatan mental, bantuan sosial, dan pendekatan kemanusiaan, Polres Ngada berharap kehadiran Polri dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian, khususnya di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses pelayanan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *