Sidang Kabinet Paripurna Bahas Kesiapan Idulfitri, Pemerintah Pastikan Ekonomi Nasional Tetap Stabil

Rakyat Berhak Tau – Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta. Sidang tersebut membahas kesiapan pemerintah menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah yang tinggal beberapa hari lagi.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran pemerintah membahas berbagai hal strategis terkait kesiapan menghadapi momen Lebaran, termasuk kelancaran arus mudik, ketersediaan bahan pokok, serta stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan laporan kepada Presiden mengenai perkembangan kondisi ekonomi nasional. Sejumlah indikator menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif kuat dan stabil.

Indikator Ekonomi Masih Solid

Beberapa indikator yang menjadi sorotan dalam laporan tersebut antara lain:
Konsumsi rumah tangga masih memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Rasio utang luar negeri terhadap PDB masih berada di bawah 30 persen, yang dinilai relatif rendah dibandingkan banyak negara lain.
Cadangan devisa nasional tetap berada pada level yang kuat.
Kinerja perdagangan luar negeri menunjukkan perkembangan positif.
Ekspor komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara, karet, nikel, dan tembaga juga terus memberikan kontribusi signifikan terhadap neraca perdagangan nasional.

Perkuat Stabilitas Transaksi dan Daya Beli

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan penggunaan skema Local Currency Settlement dalam transaksi perdagangan dengan negara mitra. Skema ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas transaksi internasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat.
Di sisi lain, pemerintah memastikan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap menjadi penyangga stabilitas ekonomi melalui berbagai program belanja, termasuk bantuan pangan dan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) guna menjaga daya beli masyarakat.

Pendapatan Pajak Awal 2026 Tumbuh Positif

Laporan juga menyebutkan bahwa penerimaan pajak pada awal tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan positif dan diperkirakan akan terus meningkat pada bulan Maret, seiring dengan periode pelaporan pajak tahunan.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *